Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 September 2014

Pengugur Dosa

Sakit...
Kalau ditanya siapa yang ingin menderita sakit, mungkin tidak ada yang angkat tangan trus bilang " aku...aku...". (Kecuali penderita malihgering, somatoform kali ya).
Selama pecarian wajah yang kulakukan, beberapa hal terlupakan manajemen diri dengan tubuh yang mudah terserang sakit. Olahraga cuma 2 kali seminggu, makan tidak teratur plus malam-malam panjang yang dilalui dengan begadang itu. Mungkin salah dengan kemampuan yang tidak sama namun berusaha mengejar dengan derap langkah yang sama. Dosenku berkata "mungkin fisikmu tidak sama dengan mereka maka Allah memberikan kapasitas otak yang lebih dan mudah memahami". Ketika itu otakku tidak bisa menerima dan tetap berkata aku bisa karena toh mereka bisa...

Dua tahun untuk mengejar semua perubahan itu namun mengugurkan satu aspek yang ku jaga dengan susah payah sejak dulu. Akhirnya setelah PKPP selesai, sakit-sakit yang selama ini diindahkan minta perhatian. Terbayang orang-orang melaju dengan kuliahnya, aku harus berhenti sejenak untuk menyemhuhkan semuanya. Diagnosa-diagnosa aneh yang keluar malah menambah stress.

Ketika salah seorang dokter menyampaikan diagnosa "aneh" yang membuat otakku ingin meledak, suatu kesadaran datang lalu berbisik "suatu ketika kamu akan bertemu orang-orang sepertimu namun kamu berada di balik meja itu, bukan di depannya, apa yang akan kamu lakukan?". Seketika hati memahami penyampaian tidak menyenangkan dari sang dokter, toh beliau manusia biasa yang khilaf saat itu karena lelah.

Beberapa bulan mondar-mandir, maka obat yang terbaik untuk hati terbukti adalah keluarga. Kedatangan papa yang menyediakan tempat untuk khawatir bisa beristirahat.  Kedatangan, waktu, obrolan dan rencana masa depan yang beliau ceritakan menjadi obat penenang yang lebih ampuh dari segala obat yang diberikan.  Jalan ini masih panjang dan butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan namun kata-kata beliau menjadi senjata untuk bertahan. "Toh papa dan mama ada buat kalian"...

Ini jalan unuk mengugurkan dosa dan modal yang kuperlukan hanyalah kesabaran


Paham

Dua tahun sudah perkuliahan ini berjalan dan yang paling ingin kudapat diakhir perjalanan ini adalah "wajah". Wajah dari psikolog bernama yova, bukan hanya sebuah titel yang melekat karena lulus kuliah magister profesi. Kepahaman mengenai hal yang membuat unik dan berbeda bukan hanya menjadi rerata saja. Kepahaman bahwa banyak tanggung jawab yang melekat di pundak nantinya namun sadar akan kekuatan besar yang diberikan Sang Pemilik Semesta untuk bisa menampung itu semua. Salah seorang dosen pernah berkata " apa yang kalian pikirkan ketika memilih menjadi psikolog klinis, Ketika kalian sendiri penuh dengan masalah, kenapa kalian malah menambah beban masalah orang lain ?" , waktu itu, di lapangan hijau itu, kami sekelas terdiam. Dua tahun sudah lewat  dan masing-masing kami mencari jawaban pertanyaan itu, pemikiranku saja, mungkin yang lain malah tidak berpikir apa-apa, aku saja yang sok tahu.

Setidaknya tameng baja seorang aku sudah terkikis. Altruisme yang melekat, perlahan-lahan hilang. Dulu beberapa orang memanggil dengan sebutan "ibu peri"walau setajam apapun perkataan yang aku keluarkan. Sekarang aku hanya menjelaskan bahwa jawaban tajamku itu kenyataan. Setidaknya dua tahun mengikis rasa "baiklah mari bantu orang lain dulu, urusanku belakangan". Setidaknya tidak lagi malu menangis di depan orang lain atau diam-diam nonton film sedih sendirian karena tidak mau kelihatan menangis di depan orang lain. Kata salah seorang teman, mungkin pindah dari rumah mengajarkanku untuk dewasa namun, aku lupa bahwa aku seorang anak perempuan bungsu. Dua tahun yang tidak mudah untuk membuka diri kepada orang lain di balik topeng yang selama ini dikenakan. Tulisan ini pun bukti belajar menerima dan menyayangi diri sendiri itu. Dua tahun untuk kembali menjadi si bungsu yang tahu menempatkan diri.

Tiba-tiba teringat pertama kali harus terbuka kepada orang lain dan semua tanda kecemasan itu muncul ( mengaruk wajah, meremas-remas tangan, blocking) dan menangis pada sesi selanjutnya karena merasa tidak ada masalah yang harus kuceritakan. Kata-kata yang teringat saat itu " Klien yang datang kepada kalian mungkin merasakan hal yang sama, ada yang menganjal di hati namun bagaimana menyampaikan kepada orang yang sama sekali belum mereka kenal". Aku masih dengan sikap tertutup dibalik penerimaan dan sapaan ramah namun setidaknya  tidak lagi memaksa untuk mengatakan "ya" ketika hatiku mengatakan "tidak". Aku masih orang yang canggung bila bertemu dengan orang lain, salah seorang teman bilang "serasa sudah dipegang tangan namun tidak", lalu berlindung di balik teman-teman dekatku. Aku masih suka berada di belakang layar daripada di depannya dan silahkan yang ingin mendapatkan nama jadi tamengku di sana.

Dua tahun untuk merubah itu dan menerima segala perubahan dan yang sudah ada di dalam diriku. Satu yang kuyakini setiap orang berubah menjadi lebih baik dengan cara mereka sendiri. Yang tertinggal adalah orang yang terlalu memaksa atau tidak mau berubah sama sekali...

HIMPSI sudah berlalu dan tesis datang...
Wajah itu masih aku cari dan entah kapan aku paham setidaknya aku melalui sesuatu dan nyaman akan segala sesuatu itu.

Minggu, 03 Februari 2013

Berenang...berenang

Hem, masih berbau kejadian-kejadian ketika magister profesi. Kali in tentang olahraga, kenapa olahraga ? agar bisa terus  fit dan insyaallah sehat
tubuh sehat dan otak sehat
sudah rutin sekitar 10 bulan. Dari yang gak bisa setengah jalan di lebar kolam sampai sekarang bolak balik panjang kolam..
Anggotanya pun silih berganti, dari setelah keluar rumah sakit berenang ama mbak mytha, trus sendiri, lalu club berenang ceria mapronis sembilan, trus sendiri lagi, lalu ada beberapa yang mulai rutin hingga sekarang club ini beranggota tetap 4 orang..

Menyenangkan...
stress hilang
badan bugar
vertigo jarang datang
sesak nafas jadi jarang
hehehe

Jangan salah segala macam ketakutan akhirnya kami terapi di kolam ini (kecemasan di dalam air, fobia tenggelam sampai imajinasi ada buaya di dalam kolam)...Ada orang yang ketika baca ini akan nyeletuk "dasar anak psikologi"

Hatiku Merah Muda

Mari kuperkenalkan pada hatiku, Saudara

Hati yang kututupi dengan berjuta warna
kecuali merah muda..



Karena aku manusia....

Mungkin bagi orang-orang yang memiliki penyakit  kronis akan mwngerti kenapa saya membuat tulisan ini, apalagu kalau penyakit yang diderita tidak kelihatan dan terlalu muak untuk menyatakan saya sakit pada orang-orang dan terlalu malu untuk menjelaskan di social media yang ada. (bahasa terlalu formal, mari diganti)

Aku tidak suka memakai keadaanku menjadi semacam excuse ketika menjalani sesuatu, tidak bisa terlalu capek, tidak bisa ikut kegiatan karena kambuh, dan tidak bisa-tidak bisa lainnya. Aku menyesal ketika kegiatan berlangsung, aku masih terbaring di kamar karena tidak kuat jalan. Hal ini juga yang membuat saya tidak suka dikunjungi maupun ditemani ketika sakit dan ke dokter.

Ketika ditanya kenapa ? karena itu kebutuhanku dan perjuanganku di jalan sunyi ini. Bila ada yang ingin mengantar sebenarnya hal tersebut keperluan siapa ? aku ? atau kamu yang ingin menunjukkan simpati kepada si aku. Aku tidak suka dikasihani apalagi terlihat ringkih. Hal ini juga yang terkadang membuatku heran ketika ada orang yang mengunakan penyakitnya ini sebagai sumber untuk menjadi perhatian di sosial-sosial media (mungkin kalau di tes, need of attentionnya tinggi sekali -___-).

namun....
terkadang aku ingin penyakitku terlihat karena penyakit yang tak terlihat ini membuat  orang-orang melihat tak percaya ketika ku bercerita. Apa aku harus bawa hasil lab tiap saat ?.
Bahkan aku sendiri kadang tak sadar ketika kambuh sampai seorang menyatakan, " yov, wajahmu sudah membiru".
Ironis semakin sering merasakan maka sampai suatu titik aku tak lagi merasa.
Ketika diperhatikan pun, sebenarnya aku menjadi salah tingkah, ditanya ini itu, melihat kepanikan mereka (sebenarnya aku bukan orang yang mudah panik namun dalam hal ini kepanikana mudah menyerang. Aku sudah harus menahan reaksi fisiologisku untuk menekan rasa sakit sehingga aku sudah kehabisan tenaga untuk mengontrol reaksi emosi akhirnya meniru reaksi emosi yang ada di sekitarku.. ah.. efek terlalu banyak buat dinamika psikologis, apa-apa pake evaluasi -____-)

aku suka ketika suatu saat seoran teman sedang jalan-jalan denganku lalu aku kambuh. Dia melihat hal ini datang dan menuntunku ke sebuah restoran terdekat yang ada sofa. Hanya diam, dia tidak meminta penjelasan apa-apa. Dia hanya menunggu. Kadang membelikan apa yang kuperlukan. Namun selebihnya dia hanya diam.. menunggu, bahkan ketika akhirnya aku tertidur di situ.

atau ketika teman sekamarku, menyediakan apa yang kubutuhkan. Tidak bertanya apa-apa. tenang, diam, menyediakam apa yang kubutuhkan. namun ketenangan mereka membuat aku tahu mereka ada ketika aku membutuhkannya. Sesederhana itu..

(sebuah ungkapan hati ketika sebuah pernyataan membuat hati ingin bicara namun terlalu penuh luka untuk berkata)

Senin, 17 Desember 2012

Saat Ini

bagaimana bila ku menyerah kepada kehidupan
meninggalkanmu dalam kehampaan
meratapi jingga tanpa makna
tanda bahwa aku pernah ada

bagaimana bila ku menyatakan kau enyah saja
tiada lara yang ku pendam lama
esok
kau akan bermakna tiada

bagaimana bila suatu ketika
kau berharap ada kita
hanya hatimu yang berkata iya
sedangkan bumi tetap berputar adanya

 siapkah ?
tiada hal yang kutanyakan terjawab
namun sejenak ku hanya ingin berkata
bagaimana ?

Rabu, 10 Oktober 2012

Open mind, Open heart and Open Hand

Saya baru menyadari bahwa saya bukan tipe orang yang bisa dengan mudah menceritakan masalah kepada orang lain. Setelah diingat pun, dengan para teman dekat saya lebih sering mengungkap masalah tanpa emosi. Menulis diary untuk curhat memang saya lakukan akan tetapi dalam bentuk syair atau puisi sehingga ketika hal itu saya baca lagi, kebanyakan saya mengingat makna tapi tidak bisa mengingat kejadian.

Mengapa ini menjadi penting ?
ada slogan yang sering dipakai teman sekelas saya bahkan sempat menjadi yel-yel kami ketika outbong Magister Profesi. Open mind berarti membuka pikiran untuk semua ilmu dan pengalaman yang akan didapat dari teman-teman baru ataupun dari dunia perkuliahan. Open heart membuka hati untuk mau berbagi rasa, masalah, emosi dan open hand yaitu saling membantu diantara kami.

Open heart ini menjadi misteri terbesar (gaya..-.-). Saya tidak bisa membiarkan orang lain mengetahui apa yang ada di hati saya. Apakah ini karena saya tidak punya trust ? tapi saya merasa percaya bahkan nyaman dengan teman-teman saya. Seringkali ketika masa triad (jadi semacam uji coba terapi dengan berbagai pendekatan dengan teman sekelas) saya mengalami psychological blocking untuk menceritakan masalah sehingga ini juga mempengaruhi teman yang sedang mencoba menjadi terapis saya (bahkan saya teman). Bahkan di suatu terapi saya menangis bukan karena masalah yang saya alami akan tetapi ketidakmampuan untuk mengemungkakan masalah itu.

Ada yang bilang karena selama ini saya menyimpan masalah terlalu dalam, masalahnya menjadi banyak kemudian sulit untuk menemukan awal cerita permasalahan.

Ada yang bilang mungkin karena belum nyaman.

Ada yang bilang ini... Ada yang bilang itu...

hem..

Yang pasti Open heart ini harus sesegera mungkin saya lakukan. Seorang kakak kelas bahkan sudah menceritakan pengalamannya sendiri secara jelas dan memperlihatkan kegunaan dari proses yang satu ini... Semoga cita-cita menjadi muslimah psikolog yang genuine itu tercapai.

Tidak ada perjuangan yang sia-sia toh... :)
May Allah bless us...Allahghoyatuna !!!!

Kamis, 04 Oktober 2012

Dakwahku itu bernama theatre

Tiga tahun sudah theatre yang bernama pena itu berjalan dan terus mencoba untuk bertahan. Pasang surut anggota, latihan yang belum bisa dianggap memadai dan banyak kisah lain yang terus kita rangkai dalam keluarga ini. Menyerah ? jangan.., bahkan kata-kata ini sudah kita hapus sejak lama dari pebendaharaan kata kita.
Banyak ide-ide besar dan luar biasa tentang arah keluarga kecil ini namun tenaga yang ada terasa terlalu kecil untuk mengapai itu semua. Sabar... bukankah tenaga-tenaga kecil kita sudah dijadikan satu... bukankah setiap mimpi besar memerlukan langkah kecil pertama.

Keluarga kecil ini vakun bukan berarti bahwa ini akhir segalanya. Hanya sebuah kesempatan untuk merecharge tenaga, mencari ilmu lebih banyak,  menambah pengalaman kita agar lebih kaya. Jangan bersedih sayangku, gemerlap pentas itu akan menanti, syahdunya naskah dalam ucapan dan gerak itu akan kembali.

Kita mengambil nafas sejenak kali ini bukan karena kita lelah, namun mencari jalan yang lebih baik hingga langkah kecil kita bisa menjajak tanah dengan benar. Ide-ide besar diturunkan ke bumi, ditelaah, dijabarkan pada rangkaian rencana. Hingga tidak hanya mampu menjajakan kaki dengan lebih baik tapi juga bisa menentukan arah jalan yang telah kita pilih bersama ini.


Nikmati waktu ini, hirup nafas dalam-dalam dan maknai segala pengalaman yang kau dapat selagi tidak dirumah, keluargaku. Saat semua siap maka kalian akan masih mendapatiku disini, menanti

hari-hari magister profesi 1

Selamat datang rutinitas baru...
Alhamdulillah beberapa bulan yg lalu diterima di Magister Profesi Psikologi UGM. Belajar menjadi pilihan guna menjadi individu yang lebih baik. Banyak tawaran kerja yang datang tapi diri.masih meras kurang ilmu. Akhirnya setelah bimbang antara magister sains atau magister profesi maka saya memilih ikut profesi.

Pra profesi berjalan, hal yang pertama saya sadari adalah saya mengikuti dua perkuliahan sekaligus. Magister yang akan mengantarkan saya pada gelar M.Psi dan kuliah profesi yang akan menyematkan kata Psikolog dibelakang nama saya nantinya.  Itu hanya dalam dua tahun saja, mulailah terbayang bagaimana kehidupan kuliah ditambah sharing kakak angkatan... ya Allah semoga dikuatkan sampai akhir.

Tidak ada lagi penampilan yang serampangan (saya enggak suka juga sih) tapi bagaimana dengan gamis lucu dan tentu saja tidak resmi yang saya punya ? karena lebih sering bekerja dengan anak-anak maka baju ini cocok tapi kalau kuliah ? hem....

Sepatu teplek karet dan sepatu kets saya pun berganti menjadi sepatu wanita berhak tiga senti (membuat tinggi saya menjadi 179 dan saya jd tampak lebih besar). Sangat memperhatikan penampilan wajah maupun bau badan. Banyak hal teknis lain yang sangat berbeda dengan S1 maupun ketika masa kerja dulu.

Masuk kelas dan seorang dosen berkata "saya tidak mengijinkan kalian menikah selama profesi". Eitss yang mikir ini terlalu radikal tahan dulu. Sang dosen hanya meminta kami konsen dan fokus penuh kepada profesi. Profesi psikolog yang kami pilih bukan profesi main-main, keahlian kami nanti bisa menjadi faktor yang membuat individu yang memiliki masalah menjadi lebih baik. Ibarat dokter keteledoran mempelajari obat bisa jd malpraktek, maka keteledoran kami belajar bisa bikin orang yg punya masalah berat jd tambah berat.

Ketika di kelas yang kupikirkan adalah 36 orang kepala, 36 potensi yang berbeda, 36 karakter yang tentu berbeda pula. Perlu adaptasi lagi, perlu saling mengenali lalu memahami kembali. Padahal dalam waktu singkat kami diminta untuk terbuka satu sama lain dan menjadi satu kapal dimana semua awaknya bekerjasama menuju tujuan akhir... Belum terlihat gejolak yang akan.menghantam perahu kami, maka menurut saya cukuplah cerita tentang hari magister profesi kali ini..

Minggu, 19 Juni 2011

Sudah Lama Tidak Menyapamu

Hai Sudah lama tidak menyapamu.
Apa kabar cinta, masihkah kau berdetak dengan indah ? atau terkurung dalam bilangan waktu yang tergesa berjalan.Tidak ada yang bisa kukabarkan padamu tentangku selain terperangkapnya aku dalam jebakanmu untuk pertama kali. Tidak ada yang terjadi kemudian, semua kembali berjalan seperti biasa, perbedaannya hanya ada pada hatiku yang mengalami luka, tapi tak apa.. Ia pulih dan mulai bangkit.. Ia mengapai-gapai ke udara mencari pertolongan tapi ia tidak menemukan sesiapa lalu ia sadar hanya kepada dirinya sendiri ia bisa mengharapkan bantuan.


Apa kabar cinta ?
sudah lama tidak menyapamu..
apa lagi yang harus kukatakan padamu, tentang dia. Yang telah berdiri di hadapan dengan segala kekurangan dan semua kebaikan, lalu karena keegoisanku, ia pergi, pergi atas permintaanku. Setelahnya ? aku mulai merasa ada yang hilang, setelahnya ? aku merasa bodoh, setelahnya ? aku merasa asing dengan driku sendiri.

Apa kabar cinta ?
Tidak lama lagi ia akan melaju ke daerah itu. Daerah yang dulu dia harapkan melewatinya bersamaku. Sayang, sekali lagi karena tidak ingin yang lain kecewa, aku membuatnya terluka dan seperti pahlawan berkuda ia menerima dengan senyuman lapang dada namun dengan mata penuh tanda tanya. Aku akan ada di sana, berdiam di antara keramaian yang ada. Melihatnya dari jauh, berdo'a agar sikapku akan seperti biasa dan apa yang terjadi antara kami adalah kisah yang kami tau berdua....

Apa kabar cinta?
 setelah banyak membantu yang lain ketika berhadapan denganmu, maka saat ini aku yang bertatapan muka denganmu. Kemenangan yang biasa kudapatkan itu sirna, aku mulai kalah, namun kau seperti sahabat lama menjabat tanganku, kita berdamai dalam sebuah ruang bernama hati. Tidak ada yang harus kusesali, air mata pun tak kan terhapus sia-sia, perdamaian kita akan mengantarku pada dewasa...

Senin, 21 Maret 2011

Don't Give Up (Josh Groban)

Don’t give up
It’s just the weight of the world
When your heart’s heavy, I
I will lift it for you
Don’t give up
Because you want to be heard
If silence keeps you, I
I will break it for you

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
Don’t give up
Because you are loved

Don’t give up
It’s just the hurt
That you hide
When you’re lost inside, I
I’ll be there to find you

Don’t give up
Because you want to burn bright
If darkness blinds you I
I will shine to guide you

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
Don’t give up
Because you are loved

You are loved

Don’t give up
It's just the weight of the world

Don't give up
Everyone needs to be heard

You are loved

#semangat yova... aral melintang itu tidak ada apa-apanya. Allah mampu menciptakan alam semesta, tiadalah artinya menyelesaikan maslahmu bagiNya.. Allahuakbar..

Just The Way You Are.. (Bruno MArs)

Oh her eyes, her eyes
Make the stars look like they're not shining
Her hair, her hair
Falls perfectly without her trying

She's so beautiful
And I tell her every day

Yeah I know, I know
When I compliment her
She wont believe me
And its so, its so
Sad to think she don't see what I see

But every time she asks me do I look okay
I say

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

Her nails, her nails
I could kiss them all day if she'd let me
Her laugh, her laugh
She hates but I think its so sexy

She's so beautiful
Bruno Mars Just The Way You Are lyrics found on http://www.directlyrics.com/bruno-mars-just-the-way-you-are-lyrics.html

And I tell her every day

Oh you know, you know, you know
Id never ask you to change
If perfect is what you're searching for
Then just stay the same

So don't even bother asking
If you look okay
You know I say

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

The way you are
The way you are
Girl you're amazing
Just the way you are

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

#mengingatkan bahwa wanita itu dilahirkan cantik dan indah jadi gak usah dijual murah. Permata itu diincar karena tidak semua orah bisa memilikinya, kalo semua bisa lihat dan pegang, apa bedanya dengan imitasi yang dijual di kaki lima...

Rabu, 16 Februari 2011

Kemudian semua berlalu begitu saja.

Pernah merasa bahwa hal yang kita lakukan saat ini sangat mengurung, mengekang dan menghimpit kita dalam pesatnya gelombang waktu ?

tugas menumpuk,

                   presentasi menjelang,

                                amanah berebut meminta waktu,

perguliran ilmu diam, namun melaju dengan pesat,

kemudian kita terpaku disini,, apa yang harus ku perbuat. begitu sedikit waktu, tapi terlalu banyak hal yang harus dikerjakan.

kemudian kita tertidur, secara jasadiyah, fikriyah, bahkan ruhiyah (astaghfirullah)…


Ingin menangis, namun ego mengatakan sudah terlalu besar untuk menagis, ingin bicara dengan orangtua, bilangan umur menyatakan kamu sudah dewasa.

                          kemudian mengadu, Allah aku harus bagaimana?

Kemudian tiba-tiba tanpa terasa semuanya selesai, tugas terkumpul, presentasi berjalan, amanah terselesaikan..

                                    kosong hilang...tanpa pelajaran.

Kemudian mari kukenalkan dengan kata sabar.

                                   ketika semua menghimpit kata ini akan mengajari banyak hal,

dikala tugas menumpuk, kata ini akan mengajak ” mari kita kerjakan satu demi satu sebaik mungkin!”,

dikala presentasi menjelang dia akan berkata ” ayo..dahulukan yang mana ? baca dengan tenang dan hati-hati,,, tenanglah karena aku akan menemanimu mengarungi waktu”

dikala amanah berebut meminta waktu, dia akan menyeru ” akan ada waktu, untuk itu semua,,” waktu pun akan mengalah kepadanya.

Lalu kuperkenalkan kalian semua pada kata Ikhlas..

yang kemudian disetiap jejak langkah penuh kesabaran yang kita tebarkan pada tanah, akan tubuh bunga-bunga hikmah pembelajaran. Dan semua berakhir bukan dengan rasa kosong namun siap melanjutkan tantangan berikutnya yang akan menghadang,

                   buat apa keluh, hanya menambah peluh

                                       buat apa kesah, hanya memperpanjang masalah..

         maka bersabarlah

                             lalu ikhlaslah…

Senin, 14 Februari 2011

kesalahan

"Sorry
You're my best friend
No you're not
You're my sister, stay in your place
I can't pretend that you're not
Threatening to me,l need my space
I'm not lying, I value survival
Over you

I'm on my own
No I'm not
I've my sister to fight for me
I can't pretend that you won't
Cause you love myself more than me
I'm not lying, so often you choose me
Over you

And I've tried to heal the wounds
Make it as if it never was
And I know I've done my best
But I can never heal the scars

I wanna say I'm sorry but I know I'll do it again
I'll do it again
I know what I did but I still don't know the reason
I wanna say I'm sorry but I know I'll do it again
I'll do it again
I'll do it to you
I don't wanna hurt you anymore

I pull you close
Feel your love
Then I push you away from me
Protect myself
I'm not safe when my boundaries are violated
And it's kill or die
So I choose me
Over you

ADD is my excuse
And with my excuse I shot you down
And I know I've got to change
But I can never work out how

How can I say I'm sorry when I know I'll do it again
Do it again
I know what I did but I still don't know the reason
I wanna say I'm sorry but I know I'll do it again
I'll do it again
I'll do it to you
I don't wanna hurt you anymore

Lash out in anger
Hit the wrong target
My little sister

No matter what I say
I love you so much I cannot leave
But when family get too close
I always find it hard to breathe

How can I say I'm sorry when I know I'll do it again
I'll do it again
I know what I did but I still don't know the reason
How can I say I'm sorry when I know I'll do it again
I'll do it again
I'll do it to you
I don't wanna hurt you anymore




pernahkah bermimpi melakukan kesalahan

                                   terus menerus

hingga  kelelahan

                                                           aku pernah

dan sayangnya bukan dalam mimpi

Rabu, 09 Februari 2011

Sunyi

Untuk air mata yang terus turun,
tanpa seorang pun yang tau.
dalam kegelapan di sudut malam

Selasa, 18 Januari 2011

Surat Cinta dari Sang Ayah

PUTRI BUNGSUKU

aku akan pulang ke rumah
tempat putri bungsuku diam menetap


aku akan pulang kerumah
dimana senyum dan tawanya telah ku kenang
dalam masa jauhnya mata dari sosoknya

sekali-kali main lah ke rumah
lihat putri bungsuku disana
carilah badan tinggi besarnya
lalu perhatikanlah ia

lihat senyumnya
dan kau pun akan merasa bahagia
lihat tawanya
serasa dunia sedang ikut gembira bersamanya

Lihat pandangan matanya
sebuah rahasia terbongkar setiap ia mengedipkan mata
dengarkan ia berkata
gulanamu akan terlupa
dengarkan nyanyiannya
sejenak mari lupakan masalah yang ada

kapan kau bisa datang ?
jangan bertanya kepada saya.
ia masih menutup hatinya, ia berkata
dan tidak ada ruang tunggu katanya.

aku akan pulang ke rumah
tempat putri bungsuku berada
entah ia yang kan ku tenggelamkan dalam pelukan hangat rindu
atau aku yang akan terhanyut dalam teduhnya mata dan senyum yang menghangatkan hati itu.


#yah,, setidaknya aku tahu, minat menulis dan "gombal"ku dari siapa#

Minggu, 05 Desember 2010

Dan Ini Rasaku


Seperti mengemban kesalahan orang lain dalam kehidupan
aku berteriak lirihku pada Pemilik Alam
selamatkan aku dari kehampaan

Ia menjawab, dalam luruh tangis keputusasaan
berupa rengkuhan hangat alam dan kekuatan tangan
meghapus kedukaan.

*bahkan ketika ku memberikan seluruh kehidupanku padamu, bisakah kau menjaganya melebihiNya. dalam hatiku bertanya.

Rabu, 01 Desember 2010

Dialektika dalam Perjalanan

Sudah lama tidak menulis. Paska erupsi merapi banyak hal yang mulai kulupakan, sehingga ketika hidup para penyintas itu kembali normal, kenapa kehidupanku tidak. Aku mulai menyusun rencana-rencana, impian-impian, dan segala hal yang "dulu" pernah ku buat dan ku arrasemen ulang dengan adanya kejadian itu.

Opps.. ditengah malam ini (bohong ini mah udah jam 3, pagi buta), saya kembali merenungi perkataan saya barusan. Penyintas kembali ke kehidupan normal ?, 'mungkin' perlu ditambahkan didepannya, bukankah kepastian adalah milik Sang Pencipta ?.

Sebuah ketakutan besar ada di hati saya.

berapa anak yang menyatakan lebih baik di pengungsian saja

berapa anak yang menyatakan pada orangtuanya kalau ingin berada bersama kakak yang ada di pengungsian saja.

bearapa anak yang dimarahi orangtuanya karena menangis dibelikan mainan atau makanan

berapa ibu yang terluka hatinya karena mendengar tangisan anaknya, galau dihati atas kehidupan, yang mungkin harus dikelola lagi dari awal, memenuhi keinginan anaknya,dan bertahan dari segala emosi yang datang berdesakan...

berapa Bapak yang nanar menatap keheningan malam, memikirkan bagaimana bertahan hidup ketika pagi menjelang dan alasan apa yang harus diberikan pada anaknya ketika tidak mendapat jajanan lagi dan kenapa mereka tidak di pengungsian saja.

pikirku galau,,,

Ini pertama kalinya menjadi relawan untuk kondisi merapi. Ribuan pengungsi, berbagai ratapan, keluhan dan kondisi itu. Rabb, betapa hamba harus belajar bersyukur dengan diri hamba. Betapa banyak yang harus dipelajari dalam perjalanan itu. perjalanan yang akan berakhir di liang lahat.

apa kabar adik-adik itu
yang terbiasa waktu itu bermain dengan suka di pengungsian
banyak teman
banyak kakak-kakak relawan
banyak jajanan
tersedia mainan
hidup mungkin terasa lebih banyak warna walau hanya barak maupun tenda

"terbiasa"
lalu menjadi kata yang mencekam buat saya.
terbiasa dengan itu semua, yang mungkin tidak didapat di kehidupan mereka sebelum erupsi merapi, lalu kembali ke kehidupan yang akan mereka perjuangkan untuk kembali seperti semula.

anak-anak itu.
ah...
sebuah helaan panjang. apakah ku berbuat kesalahan ? benarkah yang telah kulakukan?. Betapa ingin mempersiapkan mereka untuk kembali ke rumah setelah pengungsian panjang. Bukan sebuah permainan atau buah tangan. Namun sebuah kesiapan menerjang kehidupan baru, tertawa bersama orangtua dan menjadi penyeka air mata mereka. Otakku meronta dengan berbagai pikiran yang tidak semuanya mampu kulakukan.

Keberadaan kita si "makhluk asing baik hati di pengungsian" adakah mencederai mental mereka. Kebersahajaan kehidupan tergantikan minuman dan jajanan reward yang dibagikan tanpa penjelasan. Setiap orang yang datang lalu mengajak bermain tanpa penghayatan, tiadanya larangan, atau larangan tanpa tindakan. "kenapa tidak ada lagi jajanan itu ?", "kenapa orang-orang itu punya waktu untk bermain bersamaku sedangkan orangtuaku tidak?". pertanyaan-oertanyaan yang mungkin kini tebersit di pikiran anak-anak itu. Bayangan itu bukankah membuat barak pengungsian menjadi tempat yang menyenangkan daripada rumah. Bukankah ini salah ? bukankah seharusnya program-program yang ada membuat mereka mampu kembali ke kehidupan normal mereka. Berjuang dan bertahan dalam perjuangan walaupun kenyataan berkata mereka harus mengulang semua yang pernah mereka dapatkan.

Semua orang sedang berbuat semampu mereka, saya pun yakin itu. Ini hanya kegalauan saya yang bodoh saja. Menganggap tahu dunia tapi sebenarnya tidak mengenal bahkan sebuah kerikil pun.
Hanya saja hati ini galau.

benciku

Untuk pertama kali dalam kehidupan
Aku tidak tahu harus berbuat apa,
Kenyataan membawaku pada kenangan
Sibuk menatap dalam kesunyian

Ku telah membuang kenangan
Hanya masa lalu yang kubungkus dalam hiasan
Jangan kau berkata bahwa ku tak akan mendapat pelajaran
Ku tahu dari situ bahwa ku harus bertahan
Bukan terpukau lalu terlenakan

Teriakan
Pemecah benak
Hati galau
Itu pun terbuai dalam harapan, engkau berkata
Ku hanya berkata
Kau tak begitu mengenalku saudara

Mungkin kau hanya tahu topeng ketika ku berlaga
Beretorika
Mempropaganda
Atau hanya
Ketika ku memasang wajah lembut pada dunia
Dan tahulah kau bahwa topengku berjuta rupa.

Untuk pertama kali
Namun ku berdo’a untuk yang terakhir kali

Karena setelah ini
Kau kucampakkan dari lembaran kisah
Bahkan tidak kuijinkan kau menginjak tanah merah
Bersenandung lagu pemakaman
Teriring nisan bernamaku disana.

*diantara keyakinan dan penghujung waktu.Allah sembuhkan hatiku..

Kamis, 21 Oktober 2010

Keajaiban

Betapa ajaibnya sebuah kelahiran. Dari tiada menjadi ada. Kegembiraan bagi yang menantinya, namun kadang menjadi bencana bagi yang lainnya, kelahiran yang tidak diinginkan ternyata... Sosok kecil lahir dari rahim ibu. Baik manusia maupun hewan saudara. Menakjubkan pasti rasanya, ketika dari sebuah tubuh, lahir sebuah kehidupan. Begitu nyata, begitu berharga. Baik dalam keadaan utuh maupun tidak. Luar biasa kemudian sosok kecil itu belajar menelungkup, menegakkan kepalannya, tersenyum, berjalan, berlari, lalu tumbuh terus tumbuh hingga kehidupan baru pun tercipta darinya.



Betapa ajaibnya kehidupan. Zat setipis udara pun mampu membuat nelangsa bila tak menghirupnya. Kesalahan pada hal seperi kromosom saja bisa membuatmu menderita kelainan mental. Kesalahan membaca gelombang otak saja, mampu membuatmu bebal dan tak mampu berfikir jernih. Kerusakan sel bahkan mampu membuatmu kehilangan beberapa keahlian. Luar Biasa, hal kecil mampu menghilangkan kemampuan melakukan hal yang besar. Lalu kenapa tidak bersyukur mampu berdiri tegap malam ini dan bersujud padanya dalam lelapnya malam ini. Mengapa dingin shubuh menjadi penghambat obrolan penyegar hati itu. Karena kehidupan ini penuh hal yang harusnya disyukuri ternyata.
Pernah ku berifkir kenapa dera penyakit tak kunjung berhenti menimpaku, ternyata Allah tengah mengajarkanku untuk tetap bersyukur...



Betapa indahnya suatu kematian. Kesakitan hanya menjadi awal suatu keabadian.. Kemudian manusia yang akan memilih apakah ia ingin mati dalam keadaan tersenyum atau dalam keadaan yang ..... (tidak sanggupku mengambarkan). fase sebelumnya menjadi suatu penentu. Ironisnya yang mencari kesenangan ketika hidup mendapatkan kesengsaraan. Sedangkan yang dianggap menderita semasa hidup karena perilakunya mendapatkan kabar gembira... Silahkan pilih yang mana.

Uraikan hidupmu betapa harusnya kebahagian meliputi setiap hari, karena hidupmu itu sendiri dimulai dengan keajaiaban, dan ketika kamu bersyukur dalam kehidupan maka akan berakhir dengan sebuah keindahan...