Selasa, 23 April 2013

Kamis, 28 Februari 2013

dari balik jendela 3

Dunia sudah terlihat lebih baik...
Dua mata mengenali dunia berbagi tugas seperti semula,
Adil...kata mereka.
Ah... adil, tubuhmu butuh istirahat. Dan ini merupakan kesekian kalinya diingatkan. Adil yang kamu eluk-elukan juga berlaku pada tubuhmu.


Beberapa hari lalu aku mengikuti sebuah pelatihan. Di sesi terakhir pelatihan dinyatakan bahwa murid-murid di Jepang dan Korea biasanya marah ketika pekerjaan mereka dinyatakan salah namun tidak dijelaskan dimana kesalahannya. Ketika salah mereka malah bersemangat untuk mempelajari hal itu lagi. Bagi mereka kesalahan merupakan bagian dari menjadi lebih baik.

"baca buku better by mistake" kata pembicaranya


Luar biasa..
padahal banyak diantara teman-temanku, bahkan terkadang aku, yang tidak mau berbicara karena takut salah. Marah apabila disalahkan, maunya bila membuat sesuatu itu harus benar.Kalau nilai setidaknya lebih dari 8o keatas (standar 100)
Aku juga kadang-kadang begitu,
menunda mengumpulkan sesuatu karena belum merasa mantap dengan apa yang aku kerjakan.
Padahal ini proses belajar lho yang pasti ada salah didalamnya.

Kalau dilihat-lihat darimana sih mental ini terbentuk
mental takut disalahkan
mental takut dicap bodoh
mental malu bertanya
mental yang suka ketika orang dipermalukan di depan umu karena usahanya (padahal dia sendiri tidak berani berusaha)

ah... kata temanku mental pecundang (padahal kami sedang membicarakan dirinya sendiri lho-____-)

ya.. mental pecundang

Senang liat orang susah, susah liat orang senang.. dianya gak mau susah maunya senang-senang

 Masa kecilkah ? SD ? SMP ? SMA ?

mungkin pengalaman traumatis dipermalukan di depan umum ? mungkin memang otaknya standar eh rata-rata ? mungkin ingin terlihat sempurna ? mungkin....

Mencari asal usul ini sama rumitnya ama mempelajari psikodinamik..
mau running terapi psikodinamik -_______- (mikir random, nulis random)

saat-saat seperti ini psikolog pendidikan mulai berperan
mendalami psikologi komunitas atau makro
mencoba membuat lingkungan hingga sebuah regulasi sekolah yang memungkinkan setiap anak terfasilitasi atas apa yang menjadi minatnya,
menigkatkan self esteemnya,
 menjadi expert dibidang mereka masing-masing (hingga tidak merasa bodoh)...
Kesalahan-kesalahan tugas diberi nilai angka namun diberikan sebuah pesan penyemangat...
Aspek negatif bukannya untuk diungkit-ungki to ?
namun Potensi, semangat dan usaha...
ah.. indah...

#random

Minggu, 24 Februari 2013

dari balik jendela 2

kembali diberi kesempatan untuk sendirian
dengan ruangan yang berputar dan setengah dunia yang kelihatan
aku berpikir tentang pertemanan

aku hanya memerlukan sedikit kebutuhan untuk hubungan interpersonal
lebih tepatnya, meminjam kata seorang teman "on and off".
ada kalanya aku masuk ke dalam pergaulan dan diterima
ada kalanya ingin sendirian saja (dan kadar ini lebih besar)

kemarin aku baru saja menyadari sebuah dinamika kelompok yang tidak sehat di sebuah kelompok yang aku berada didalamnya.
tidak menyadari sama sekali selama ini....
karena aku diperlakukan dengan baik oleh seluruh anggota hingga aku tidak merasakan apa-apa. Mulailah aku mencari info-info selanjutnya... dan ternyata semuanya sudah terjadi sejak lama, bom waktu ini akan segera meledak...1...2...3...BOOOM.

Aku bukan tipe orang yang ingin mengetahui masalah orang lain. ketika melihat seseorang punya masalah biasanya aku hanya mengatakan "mukamu jelek banget hari ini ", "senyum dong"...
ketika mereka cerita ya aku akan siap mendengarkan namun kalau tidak aku tak akan melanjutkan kata-kata tadi.

Juga sudah menjadi kebiasaan juga bahwa bila suatu masalah telah menjadi besar maka aku baru mengetahuinya, dan diminta untuk mencari penyelesaiannya, menjadi orang yang memediasi atau lainnya. Namun kali ini aku merasa berbeda karena sebenarnya aku masuk ke dalam lingkaran orang-orang ini dan kemungkinan kecuekanku termasuk yang membuat dinamika kelompok ini menjadi lebih buruk.


aku selalu ingat kata-kata ini.
mobil itu bisa berjalan dengan lancar bila semua bagian dari dirinya menjalankan tugas dengan benar, bahkan berupa tekanan udara yang ada di dalam ban dalam atau eratnya ikatan baut yang menyangga mesin. tidak ada bagian yang tidak penting karena semua bagian punya fungsi masing-masing.

mejadi orang yang memediasi ini malah membuatku merasa jadi orang luar.. atau sebenarnya ini fungsiku dalam kelompok.. entahlah...

yang pasti bahwa ketika berhubungan dengan orang lain itu selalu ada resiko konflik. konflik ini selesaikanlah, jangan dihindari. Karena kemauan, kerja keras, pemikiran untuk menyelesaikan konflik yang adil bagi setiap orang itu akan membantumu untuk menjadi lebih baik.

Jumat, 22 Februari 2013

dari balik jendela

Dunia begitu luas untuk dijelajahi
Ilmu begitu banyak untuk dipelajari
Bersama banyak orang, mengenali tabiat mereka
Main salju, belajar menyelam, naik helicopter, terjun payung Menjelajah hutan, ekspedisi samudra
Ruang bermain, KPAI, impian2 calon mahasiswaku

Banyak impian, banyak hal, banyak peristiwa, tawa dan airmata.
 Hari ini melayang dan masuk lewat jendela kamarku.
 Hatiku sedang tidak enak, pikiranku sedang tidak enak.. fisikku apalagi.
Keringat dingin, telinga berdenging.

Tamu yang masuk lewat jendelaku itu, datang menemani
 Mereka bercerita mengenai mimpi dan keinginan
 Serta segala sesuatu yang tak mungkin terulang
Datang untuk menenangkan bahwa aku akan tetap bertahan.
Hari ini hanya satu cara Tuhan untuk memenuhi kebutuhanku untuk sendirian
 Tak memikirkan apapun kecuali bertahan dalam kehidupan.
Tak memikirkan masalah orang lain
Tak memikirkan perkuliahan mapun tugas2 yang belum terselesaikan
 (Walaupun akhirnya di tengah malam ini absen dan pelajaran itu menghantuiku)

Hanya tentang aku, perjuangan yang telah lewat dan esok yang akan datang.
 Menyenangkan
Menyemangati
Dari balik jendela
 Diri yang bahkan tak bisa bangkit untuk melihat langit hari ini Berpetualang jauh dalam mimpi dimana sang tamu ikut menyertai.

Selasa, 05 Februari 2013

ABH...oh... ABH


Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa sih ABH ? ABH adalah singkatan dari Anak Berhadapan dengan Hukum. Memang dari awal fokusku adalah anak-anak lalu semakin fokus lagi ke anak-anak dalam bencana serta anak-anak berhadapan dengan hukum. Lalu apa yang harus dilakukan ? Kamu tidak bisa tiba-tiba berada dalam lingkungan itu tanpa ilmu, tanpa bekal apapun. Aku masih ingat pertama kali jatuh cinta pada topik ABH.

Aku mengikuti kuliah asessmen anak ketika itu dan mengajar adalah seorang dosen yang biasa dipanggil sebagai saksi ahli dalam persidangan yang melibatkan anak atau kasus anak. Kesabaran, kegigihan dan usaha-usaha beliau mendapatkan informasi tanpa "mengancam" kesejahteraan anak. Bukan itu saja, tak jarang beliau sendiri malah medapat ancaman karena keberanian beliau dalam mengemukakan pendapat.

Banyak cerita yang beliau sampaikan tentang kasus anak, proses penyidikan dan persidangan yang belum ramah anak. Ketakutan terbesar adalah trauma baru yang didapatkan anak selama proses hukum terjadi. Ya.. sejak itu... Sejak itu keinginan besar untuk membersamai ABH muncul.

Kesempatan untuk masuk kelingkaran itu datang ketika seorang
teman dengan minat yang sama denganku mengajak membuat kelompok kerja ABH. Kelompok ini berusaha membangun konstrak teoritis, modul pendekatan pada kasus anak (modul wawancara, profile kasus, saksi ahli) dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi yang didapat atau dikumpulkan. Kemudia kami berkumpul di dalam naungan kerja divisi satu CPMH ( disaster ada di divisi lima, kyyaaa... mendua. Nanti ajak saya main2 bareng ya divisi lima). Tidak mudah memang...

Apalagi kami berdua punya jadwal kuliah yang padat di magister profesi, jalan korja ini pun tersendat-sendat. Kami sudah berlima sekarang, seperti yang dianjurkan sebelumnya oleh pimpinan CPMH. Sebentar lagi rekruiment untuk tim besar dibuka dan proyek pertama menanti. Ada tawaran mencoba study visit ke sebuah negara yang terlalu sayang kalau tidak diperjuangkan. Ah.. pikiran mulai berkecamuk, tulisan ini disudahi saja.. Korja ABH jaya...

Minggu, 03 Februari 2013

Berenang...berenang

Hem, masih berbau kejadian-kejadian ketika magister profesi. Kali in tentang olahraga, kenapa olahraga ? agar bisa terus  fit dan insyaallah sehat
tubuh sehat dan otak sehat
sudah rutin sekitar 10 bulan. Dari yang gak bisa setengah jalan di lebar kolam sampai sekarang bolak balik panjang kolam..
Anggotanya pun silih berganti, dari setelah keluar rumah sakit berenang ama mbak mytha, trus sendiri, lalu club berenang ceria mapronis sembilan, trus sendiri lagi, lalu ada beberapa yang mulai rutin hingga sekarang club ini beranggota tetap 4 orang..

Menyenangkan...
stress hilang
badan bugar
vertigo jarang datang
sesak nafas jadi jarang
hehehe

Jangan salah segala macam ketakutan akhirnya kami terapi di kolam ini (kecemasan di dalam air, fobia tenggelam sampai imajinasi ada buaya di dalam kolam)...Ada orang yang ketika baca ini akan nyeletuk "dasar anak psikologi"

Hatiku Merah Muda

Mari kuperkenalkan pada hatiku, Saudara

Hati yang kututupi dengan berjuta warna
kecuali merah muda..



Intervensi

Sudah masuk blog intervensi, blog yang sudah lama ditunggu karena penuh misteri. Blog ini berisi terapi-terapi yang dapat membantu orang-orang dengan gangguan psikologi maupun masalah problem solving sehari-hari.  Kegiatan makhluk-makhluk lucu di kelas pun berubah, dari mengerjakan laporan2 tes menjadi membuat dinamika psikologis keluhan, integrasi data lalu membuat rancangan intervensi. kemudian ketika hari H datang running terapi oun dilakukan dengan teman sendiri...

Penuh pengalaman dan petualangan, kami sendiri punya masalah-masalah yang belum terselesaikan dan ini yang kami usahakan (dengan babak belur) ketika running terapi. Sehingga ketika ketemu klien nanti kami tidak terkurung dalam masalah yang kami punya hingga mempengaruhi kinerja kami bersama klien.

masing-masing mempunyai cerita sendiri
betapa terukurnya bt dan cbt
dalamnya dinamika psikologis psikodinamik
berdamai dengan luka dengan humanistik
dan kelas seni serta pencarian esensi yang berlinang air mata di transpersonal.

Setiap pendekatan memiliki kekuatan masing-masing dan memberi pelajaran yang berbeda.

Masuk pada bagian kedua

Permainan otak dan kelihaian mengorganisir bersama intervensi komunitas
mengerti dunia anak lebih dalam (spesial thanks to azhar, ama, azam, mbak che and mira) dlam intervensi anak.
melihat sudut pandang remaja dalam intervensi remaja
lebih dekat dengan para pelaku kehidupan dalam intervensi lansia
berlanjut dengan bermain peran dalam intervensi keluarga dan kelompok..

tantanganya bagaimana kamu mengunakan 5 pendekatan dalam intervensi bagian dua..

kelihatan menyenangkan ?
maaf, kalau iya..
karena saya lupa untuk menulis sakitnya ketika mengakui kegagalan, lelah fisik dan mental, tidak merasa ada cukup waktu untuk segala hal, konflik dan hal-hal lainnya..

Namun ada hal yang selalu kuingat.
Terkadang kamu harus menambahkan kecap yang tidak kamu sukai ke makanan yov, agar enaknya pedas itu kamu rasakan. Begitu juga hidup terkadang kamu harus merasakan tidak enak, tidak nyaman sehingga kamu lebih menghargai kesuksesan.

Karena aku manusia....

Mungkin bagi orang-orang yang memiliki penyakit  kronis akan mwngerti kenapa saya membuat tulisan ini, apalagu kalau penyakit yang diderita tidak kelihatan dan terlalu muak untuk menyatakan saya sakit pada orang-orang dan terlalu malu untuk menjelaskan di social media yang ada. (bahasa terlalu formal, mari diganti)

Aku tidak suka memakai keadaanku menjadi semacam excuse ketika menjalani sesuatu, tidak bisa terlalu capek, tidak bisa ikut kegiatan karena kambuh, dan tidak bisa-tidak bisa lainnya. Aku menyesal ketika kegiatan berlangsung, aku masih terbaring di kamar karena tidak kuat jalan. Hal ini juga yang membuat saya tidak suka dikunjungi maupun ditemani ketika sakit dan ke dokter.

Ketika ditanya kenapa ? karena itu kebutuhanku dan perjuanganku di jalan sunyi ini. Bila ada yang ingin mengantar sebenarnya hal tersebut keperluan siapa ? aku ? atau kamu yang ingin menunjukkan simpati kepada si aku. Aku tidak suka dikasihani apalagi terlihat ringkih. Hal ini juga yang terkadang membuatku heran ketika ada orang yang mengunakan penyakitnya ini sebagai sumber untuk menjadi perhatian di sosial-sosial media (mungkin kalau di tes, need of attentionnya tinggi sekali -___-).

namun....
terkadang aku ingin penyakitku terlihat karena penyakit yang tak terlihat ini membuat  orang-orang melihat tak percaya ketika ku bercerita. Apa aku harus bawa hasil lab tiap saat ?.
Bahkan aku sendiri kadang tak sadar ketika kambuh sampai seorang menyatakan, " yov, wajahmu sudah membiru".
Ironis semakin sering merasakan maka sampai suatu titik aku tak lagi merasa.
Ketika diperhatikan pun, sebenarnya aku menjadi salah tingkah, ditanya ini itu, melihat kepanikan mereka (sebenarnya aku bukan orang yang mudah panik namun dalam hal ini kepanikana mudah menyerang. Aku sudah harus menahan reaksi fisiologisku untuk menekan rasa sakit sehingga aku sudah kehabisan tenaga untuk mengontrol reaksi emosi akhirnya meniru reaksi emosi yang ada di sekitarku.. ah.. efek terlalu banyak buat dinamika psikologis, apa-apa pake evaluasi -____-)

aku suka ketika suatu saat seoran teman sedang jalan-jalan denganku lalu aku kambuh. Dia melihat hal ini datang dan menuntunku ke sebuah restoran terdekat yang ada sofa. Hanya diam, dia tidak meminta penjelasan apa-apa. Dia hanya menunggu. Kadang membelikan apa yang kuperlukan. Namun selebihnya dia hanya diam.. menunggu, bahkan ketika akhirnya aku tertidur di situ.

atau ketika teman sekamarku, menyediakan apa yang kubutuhkan. Tidak bertanya apa-apa. tenang, diam, menyediakam apa yang kubutuhkan. namun ketenangan mereka membuat aku tahu mereka ada ketika aku membutuhkannya. Sesederhana itu..

(sebuah ungkapan hati ketika sebuah pernyataan membuat hati ingin bicara namun terlalu penuh luka untuk berkata)