Minggu, 03 Februari 2013

Intervensi

Sudah masuk blog intervensi, blog yang sudah lama ditunggu karena penuh misteri. Blog ini berisi terapi-terapi yang dapat membantu orang-orang dengan gangguan psikologi maupun masalah problem solving sehari-hari.  Kegiatan makhluk-makhluk lucu di kelas pun berubah, dari mengerjakan laporan2 tes menjadi membuat dinamika psikologis keluhan, integrasi data lalu membuat rancangan intervensi. kemudian ketika hari H datang running terapi oun dilakukan dengan teman sendiri...

Penuh pengalaman dan petualangan, kami sendiri punya masalah-masalah yang belum terselesaikan dan ini yang kami usahakan (dengan babak belur) ketika running terapi. Sehingga ketika ketemu klien nanti kami tidak terkurung dalam masalah yang kami punya hingga mempengaruhi kinerja kami bersama klien.

masing-masing mempunyai cerita sendiri
betapa terukurnya bt dan cbt
dalamnya dinamika psikologis psikodinamik
berdamai dengan luka dengan humanistik
dan kelas seni serta pencarian esensi yang berlinang air mata di transpersonal.

Setiap pendekatan memiliki kekuatan masing-masing dan memberi pelajaran yang berbeda.

Masuk pada bagian kedua

Permainan otak dan kelihaian mengorganisir bersama intervensi komunitas
mengerti dunia anak lebih dalam (spesial thanks to azhar, ama, azam, mbak che and mira) dlam intervensi anak.
melihat sudut pandang remaja dalam intervensi remaja
lebih dekat dengan para pelaku kehidupan dalam intervensi lansia
berlanjut dengan bermain peran dalam intervensi keluarga dan kelompok..

tantanganya bagaimana kamu mengunakan 5 pendekatan dalam intervensi bagian dua..

kelihatan menyenangkan ?
maaf, kalau iya..
karena saya lupa untuk menulis sakitnya ketika mengakui kegagalan, lelah fisik dan mental, tidak merasa ada cukup waktu untuk segala hal, konflik dan hal-hal lainnya..

Namun ada hal yang selalu kuingat.
Terkadang kamu harus menambahkan kecap yang tidak kamu sukai ke makanan yov, agar enaknya pedas itu kamu rasakan. Begitu juga hidup terkadang kamu harus merasakan tidak enak, tidak nyaman sehingga kamu lebih menghargai kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar