Kamis, 04 Oktober 2012

Dakwahku itu bernama theatre

Tiga tahun sudah theatre yang bernama pena itu berjalan dan terus mencoba untuk bertahan. Pasang surut anggota, latihan yang belum bisa dianggap memadai dan banyak kisah lain yang terus kita rangkai dalam keluarga ini. Menyerah ? jangan.., bahkan kata-kata ini sudah kita hapus sejak lama dari pebendaharaan kata kita.
Banyak ide-ide besar dan luar biasa tentang arah keluarga kecil ini namun tenaga yang ada terasa terlalu kecil untuk mengapai itu semua. Sabar... bukankah tenaga-tenaga kecil kita sudah dijadikan satu... bukankah setiap mimpi besar memerlukan langkah kecil pertama.

Keluarga kecil ini vakun bukan berarti bahwa ini akhir segalanya. Hanya sebuah kesempatan untuk merecharge tenaga, mencari ilmu lebih banyak,  menambah pengalaman kita agar lebih kaya. Jangan bersedih sayangku, gemerlap pentas itu akan menanti, syahdunya naskah dalam ucapan dan gerak itu akan kembali.

Kita mengambil nafas sejenak kali ini bukan karena kita lelah, namun mencari jalan yang lebih baik hingga langkah kecil kita bisa menjajak tanah dengan benar. Ide-ide besar diturunkan ke bumi, ditelaah, dijabarkan pada rangkaian rencana. Hingga tidak hanya mampu menjajakan kaki dengan lebih baik tapi juga bisa menentukan arah jalan yang telah kita pilih bersama ini.


Nikmati waktu ini, hirup nafas dalam-dalam dan maknai segala pengalaman yang kau dapat selagi tidak dirumah, keluargaku. Saat semua siap maka kalian akan masih mendapatiku disini, menanti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar