Senin, 21 Februari 2011

Aku Main ke Taman Pintar

RAME

Itu hal yang pertama kali kurasakan saat memasuki taman pintar. Sesudah 3 tahun di Jogjakarta, aku baru memasuki tempat ini, padahal sering ke tetangganya.. (shopping dan taman budaya). Terima kasih pokoknya buat Sunu, Roro dan Kats yang udah mengajak main ke situ..

Permainan Air



ada banyak pojok-pojok kreatif yang dibuat oleh pihak Taman Pintar.

ada :
1. Permainan Air
2. Baby Gym
3. Alat-alat peraga Pengetahuan alam, musik, sejarah dll.
4.Teknologi Mutakhir
5. Bisa mencoba menjadi Presenter TV
6. Film pendidikan empat dimensi
7. Ada labor kimia, fisika tapi sayang gak buka.
Alat Peraga Katrol


Baby Gym
alat peraga music






















Tempat dan kawasan ini memang cocok diberi nama taman edukasi, walau beberapa alat dalam perbaikan dan beberapa pemandu yang tidak "in" di dalam pekerjaannya, adik-adik usia 6-12 tahun akan cocok dengan semua ini. Kalo kata piaget adik-adik ini berada di golongan konkrit operasional dimana mereka membutuhkan benda nyata untuk memahami suatu hal. hm... sebenarnya sih di teori piaget umur 11 tahun sudah masuk ke formal operasional, dimana anak umur 11 tahun- dewasa telah mampu berfikir abstrak, hipotetis dan rasional. Tapi sebuah teori dari bapak Sarwono (1997) menyatakan bahwa kemampuan seseorang itu juga dipengaruhi oleh budaya tempat mereka berasal. Jadi aku mengambil bahwa adik-adik ini masih pada taraf konkrit operasional.

Gak cuma adik-adik kok, taman edukasi ini juga menarik untuk dikunjungi oleh orang dewasa. Bahkan tempat yang menyenangkan untuk melepas penat karena desain taman yang asri...

*mau upload lebih banyak photo sih, tapi ada model semua di depannya. Jadi lakukan petualanganmu sendiri di taman pintar*

Hasil Percakapanku dengan Hadjun

(Aku pulang dalam keadaan capek, ingin istirahat dan ternyata kamar yang rapi ketika berangkat sudah ambulradul. Rak untuk benda-benda kecil jatuh kebawah, bunga edelwais jatuh dan terpisah dari potnya, buku-buku di barisan rak paling bawah jatuh sebagian)

Hadjun di Pojok "miliknya
Aku      : Hadjun, kamu tu kok seneng amat sih. Berantakin kamar. Yon kan susah bersihinnya lagi.
Hadjun : mengeong (gak tau artinya apa, yang jelas hadjun selalu tau kalo sedang dimarahi)
Aku     : hadjun kan gak bisa bantu bersihin.
Hadjun : (diam, trus mendekat ke kaki, minta dibelai)
Aku     : (aku mengacuhkan)
Hadjun : (beranjak ke pojok "milik"nya)

aku mulai membersihkan kekacauan yang dibuat Hadjun (kucingku). Lalu sebuah insight muncul.


Allah, betapa aku tidak sabar
bagaimana besok ketika mengasuh anak-anakku, aku memperlakukannya sama dengan hadjun. Anak-anak itu tidak boleh ini, tidak boleh itu, jangan berantakin rumah dll. Naudzubillah,

Kemudian anak-anak itu akan takut untuk berkreasi, takut untuk menyatakan pendapat, takut untuk bereksplorasi. Padahal mereka sedang berada di rumah sendiri.Aku tau analoginya terlalu jauh dari Hadjun, tapi ini memang terpikirkan sejauh ini olehku. Anak-anak ini harusnya ku didik  menjadi seorang mujahid/mujahidah yang lantang menyerukan kebenaran, pemberani, percaya diri dan memikau siapa pun yang melihat mereka. Tapi bagaimana bisa, bila dirumah mereka dihambat begitu rupa, ibu yang tidak konsisten tentang visi untuk anak-anaknya dan perlakuan kepada mereka.

Mereka akan terbiasa malu, tidak percaya diri karena tidak boleh melakukan apa-apa. Mereka mungkin saja akan menjadi beradalan diluar, karena tidak bisa berekspresi di rumah. Mereka menjadi tokoh yang sangat superior di luar tapi  inferior ketika dilingkungan keluarga. Dan yang paling kutakutkan ketika mereka merasa ada jarak dariku, tidak bisa menyatakan keinginan mereka..

Dalam behaviouris, dinyatakan bahwa anak mempelajari sikap dengan belajar dari luar, lingkungan, dan yang paling sering ditiru adalah orangtua atau figure lekat. Bayangkan bagaimana anak-anakku itu nanti menyalurkan emosi ke teman-temannya. Meniruku kah?,, "eh, kamu jangan ambil pensilku ya", "itu tempat dudukku"... dan semacam itu.
Mereka kemudian terbiasa diam karena ketika diam mereka mendapatkan pujian sayang dariku. Sehingga tercipta mindset bahwa ummi suka kalo kita diam, maka inilah sikap kalo ada di depan ummi. Naudzubillah, maafkan aku ya malaikat-malaikat kecilku.


Allah.
 aku tiba-tiba kangen mama. Maaf ma masih belum bisa menjadi anak yang baik untukmu. I love U.

Begitulah. Dan sebelum aku membuat note ini, aku membelai hadjun di pojoknya. Yon sayang Hadjun lo.. maaf sudah marah-marah


 Allah
terima kasih memberi rizqi berupa ilmu dari tempat yang tidak disangka-sangka, dan kali ini dari hadjun.
Hak seorang anak adalah mendapatkan seorang ibu yang baik. Sehingga seorang calon Bapak harus memperbaiki dirinya terlebih dahulu, hingga janji Allah untuk mempertemukan yang baik dengan yang baik terpenuhi. Pendidikan anak Islam itu dimulai jauh sebelum mereka lahir, yaitu ketika calon ibu dan bapak mampu menjaga diri mereka sebagai cikal bakal pengasuhan diri dan keluarga yang baik.. haduh .. ini mah bahasan berikutnya ya...

segitu dulu deh.. :)

Jumat, 18 Februari 2011

Surat Cinta

Kepada Mujahidku
apa kabar ?
baikkah ?
Masih tegakkah hatimu untuk mengibarkan panjiNya?
Masih bersinarkah hari-harimu dengan sholat wajib dan sunnah?
Masih tergetarkah hatimu ketika tilawah maupun membaca Kalamullah?
dan setiap perputaran waktumu untuk mencari ridho dariNya


Kepada mujahidku
masihkah waktumu terhias pengamalan ilmu?
rasa haus akan kedekatan padaNya itu?
kerinduan bertemu denganNya itu?
kesyahduan sepertiga malam, masihkah meyertai hidupmu?


Kepada mujahidku
masihkah menundukkan hati dari yang belum halal bagimu?
masihkah santun lakumu pada anak kecil,
dan senyum serta pertolongan untuk orang yang lebih tua
dari sini, di suatu tempat
yang entahlah jauh atau dekat
aku berdo'a untukmu

kepada mujahidku
tidak sempurnanya dirimu hanya hiasan dunia untukku
aku akan menjadi pakaian untukmu selayaknya engkau pun begitu

bertahanlah
dan jangan menyerah
karena disini ku mempersiapkan diri untuk setara denganmu

yang baik untuk yang baik
yang buruk untuk yang buruk

maka usahlah bimbang dan risau
perbaiki dirimu
dan rasakan Allah yang akan membuat kita bertemu
karena cintaNya begitu besar
      pertemuan kita nanti adalah sebuah pembuktian dariNya

dan kepadamu mujahidku
sebuah kepercayaan kuberikan.
kebersamaan kita merupakan keniscayaan

Rabu, 16 Februari 2011

Hasil Tuai Sang Badai

ada yang bergejolak didalam hati
perasaan tidak mampu
perasaan tidak akan mungkin bertahan
tentang dirimu
dan harapanku
                                                 kegelisahan itu bermakna dua
                                                 kau tiada mengerti jua
                                                 aku terlalu keras untuk berkata

aku hasil tuai sang badai
bisakah kau yang bersama pelangi mengerti
celah waktu tidak pernah mengizinkan kita bertemu

  bisakah kau mengerti
  kerasnya hati
  dan pandangan dari jauh ini
  selalu kuarahkan padamu yang selalu bersama pelangi

                                             perasaan aneh kembali merasuk di hati
                                             kau tiada jua mengerti
                                            
aku hasil tuai sang badai
dan kau, yang bersama pelangi,
mungkin tak akan mengerti

#puisi yang aneh, huft.. tidak mengerti ini tentang apa. Sepertinya ditulis ketika belajar psikopatologi (soalnya selembaran tempat kutulis puisinya ada di buku Wenar sih

kenyataan

sekeras apapun aku

setegar apapun

aku perempuan

                                yang mempunyai kantong air mata yang lebih rapuh darimu
                              
                                          yang dikaruniai hati yang mudah pecah dan luka

                                                       yang dianugrahi rasa malu dalam bertindak

                                                               yang diimpikan sebagai penyejuk hati bagi nan halal

bukan untuk menunjukkan kelemahan

namun untuk menunjukkan kekuataan

Puisi Palestine

SEPETAK CERITA DARI PALESTINA
(vharianda)
Dan batu itu berbicara
terlempar dari tangan kecil
yang dahulunya
gempal merah muda
dibelakangnya
tak jauh dari rumah mereka yang porak poranda
sang kakak
dengan umur yang selisih 2 angka
waspada memegang senjata
ini bukan perjuangan
karena rumah kita adinda
mata elang sang kakak berkata
yang terujam tajam pada tank baja
didepan mereka
Juga bukan tentang
ayahnda yang sekarang entah dimana
dipenjara,
atau malah terkubur massal disalah satu sudut kota
ibunda yang tiada
keluarga yang kemudian
Lenyap sirna
Ini tentang negara
Ini tentang agama
ini tentang menjemput surga
dan bertemu dengan semua yang telah diambil dari kita
kemudian sang kakak
mengamit tangan kurus kecil sang adinda
berjalan tegak ke arah tank baja
lalu
semua
gelap
tak kentara


#hmmm.. mengingat sebuah perjuangan, pengorbanan dan kenangan

Kemudian semua berlalu begitu saja.

Pernah merasa bahwa hal yang kita lakukan saat ini sangat mengurung, mengekang dan menghimpit kita dalam pesatnya gelombang waktu ?

tugas menumpuk,

                   presentasi menjelang,

                                amanah berebut meminta waktu,

perguliran ilmu diam, namun melaju dengan pesat,

kemudian kita terpaku disini,, apa yang harus ku perbuat. begitu sedikit waktu, tapi terlalu banyak hal yang harus dikerjakan.

kemudian kita tertidur, secara jasadiyah, fikriyah, bahkan ruhiyah (astaghfirullah)…


Ingin menangis, namun ego mengatakan sudah terlalu besar untuk menagis, ingin bicara dengan orangtua, bilangan umur menyatakan kamu sudah dewasa.

                          kemudian mengadu, Allah aku harus bagaimana?

Kemudian tiba-tiba tanpa terasa semuanya selesai, tugas terkumpul, presentasi berjalan, amanah terselesaikan..

                                    kosong hilang...tanpa pelajaran.

Kemudian mari kukenalkan dengan kata sabar.

                                   ketika semua menghimpit kata ini akan mengajari banyak hal,

dikala tugas menumpuk, kata ini akan mengajak ” mari kita kerjakan satu demi satu sebaik mungkin!”,

dikala presentasi menjelang dia akan berkata ” ayo..dahulukan yang mana ? baca dengan tenang dan hati-hati,,, tenanglah karena aku akan menemanimu mengarungi waktu”

dikala amanah berebut meminta waktu, dia akan menyeru ” akan ada waktu, untuk itu semua,,” waktu pun akan mengalah kepadanya.

Lalu kuperkenalkan kalian semua pada kata Ikhlas..

yang kemudian disetiap jejak langkah penuh kesabaran yang kita tebarkan pada tanah, akan tubuh bunga-bunga hikmah pembelajaran. Dan semua berakhir bukan dengan rasa kosong namun siap melanjutkan tantangan berikutnya yang akan menghadang,

                   buat apa keluh, hanya menambah peluh

                                       buat apa kesah, hanya memperpanjang masalah..

         maka bersabarlah

                             lalu ikhlaslah…