Mari singgah, bersama secangkir teh panas dan biskuit susu, kutemani kau bicara tentang duniaku.Dunia nyata yang berbatas kaca,,
Selasa, 12 Januari 2010
Syukur
semua yang terjadi berujung kepada kebaikan
karena bukan kesalahan
ia terjadi karena Sang Penentu Pilihan
diam dan terselamatkan
Senin, 14 Desember 2009
Baru saja
Baru saja aku berkata Allah aku lelah
Baru saja aku berkata Allah aku letih
Baru saja aku berkata Allah aku ingin menyerah
baru saja aku berkata Allah aku tidak mampu
Baru saja..
dan lihatlah Allah mengangkat bebanku..
dengan lembut Ia mengusap air mataku…
dan menyadarkanku..
“belum lelah” Dia berkata
“belum letih, belum jatuh” Dia berseru
Semua yang diberikan kepada hambaNya tidak akan lebih dari yang bisa ditanggung hambaNya…
dan aku mengerti.. memang bukan tangannya yang mengusap air mata ini, tapi Ia yang menuliskan bahwa
ketika ku mengusap air mata ku ini banyak hikmah yang kudapatkan..
dari mulai jari pertama yang menghapus air mata itu dampai sapuan terakhirnya.
menyadarkan…
aku hanya sedang terbawa pada cinta akan dunia..
Ia menenangkanku..
Ia menyatakan istirahat sejenak,,,
Ia mengangkatkan jiwa ini, dari lepas maghrib, dan Ia kembalikan ke bumi ketika adzan isya berkumandang…
Selasa, 08 Desember 2009
Ingat Allahnya Kapan ?
" can't stop thingking about you, Boy"
atau senada dengan itulah...
Naudzubillah,, kenapa saya malah mendengarkan lagu seperti ini,,, melalaikan,,. Lalu terpikir, kalau orang ini tidak bisa berhenti memikirkan pujaan hatinya, kapan dia ingat Allah ya ?. Dan biasanya lagu berdasarkan pengalaman-pengalaman nyata,, apakah benar seprti ini adanya,, Kalau diingat lagi, ketika seseorang jatuh cinta ia akan selalu terpikirkan kepada sang pujaan hatinya,, bila cinta kepada Allah ? harusnya sama saja kecintaan padaNya meresapi setiap detak-detik dalam kehidupan..
Kapan ingat kepada Allah ? Apakah saat syuro saja ?, apa saat tilawah saja ?, atau saat sholat saja, atau saat melakukan ibadah lainya,, atau sudah tidak lagi berpikir tentang Allah lagi karena semua ibadah itu telah jadi kebiasaan bukan kebutuhan.. manusia dengan harga mati hampir menyerupai robot masa kini.. Ketika mencintai Allah,, maka ingatan selalu terpaku padaNya.. bahkan ketika sedang berselancar di dunia maya seperti ini... waduh...
Ketika mencintai Allah,, maka seluruh hati, jiwa dan pikiran adalh untukNya..ingat bacaan sholat yang kita lafalkan.. sesungguhnya hidup dan matiku adalah untukMu.. begitu juga semua waktu yang bergulir diantaranya...kapan ingat Allah?
"cant stop Thingking Of You, Rabb"
sehingga inilah lagu yang marak dinyanyikan
Jumat, 04 Desember 2009
Aku Cinta
tapi bukan cinta yang seperti itu..
aku cinta
namun bukan cinta yang lekang oleh waktu
Aku cinta
tapi bukan ingin ku merengkuh dunia di dalam hati
aku cinta
tapi bukan cinta yang membuat ku buta dan bertingkah tanpa tahu arah
aku cinta
yang membuat ku terjaga akan realitas dunia
aku cinta
hingga kuletakkan di tanganku dunia dan kupeluk akhirat dalm dada..
aku cinta
padanya karenaNya
Kamis, 12 November 2009
Pembicaraan Hati di Menjelang Senja
Menyenangkan ketika semuanya berjalan seperti ini,, pemuda-pemudi yang kritis, berfikir out of the box,, mengulangi semua kesuksesan generasi sebelumnya dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan sehingga apa yang dicapai dalam perjalanan ini semakin luarbiasa setiap waktunya.
Namun ketika gerakan ini diwarnai berbagai virus dan penyakit hati.. sedih terasa mengelayuti semuanya, entah ketika membimbing adik-adik itu, saya teringat berbagi gejolak yang sedang melanda teman-teman saya yang telah lama berjalan bersama. Allah lah yang membolak-balikan hati manusia.. Namun Allah juga memberi kesempatan untuk manusia menentukan nasibnya, begitu juga dengan mengatur alur sang hati... Akan terlena dan terbawa virus dan penyakit hati tersebut atau kemudian kembali meluruskan semuannya hanya atas pencarian ridhoNya.. Bukan amal yang membawa kita ke surga tapi ridho dariNya yang mengantarkan kita ke tempat terbaik di akhirat nantinya.
Berinteraksi, beraktivitas, beribasah itu untuk mencari ridhoNya.
namun ketika itu semua berjalan untuk dilihat ornag lain untuk mendapatkan tujuan lain maka beristighfarlah saudara...
sebuah pertanyaan dari seorang adik itu membuat saya kembali ke pembicaraan sore di ri'ayah itu... Saya menjawab sebisa saya,, dengan kata-kata motivasi yang memicu mereka,, bergeraklah sayang..!!! kalian bisa...
Bangunan ini bukan tentang bagian-bagian terpisah tapi satu bangunan utuh dimana kalian saling menyokong dengan keahlian, bakat dan hal yang kalian minati.. Satu bagian mengenali bagian yang lain, satu bagian tidak manafikkan keberadaan yang lainnya,, mengetahui secara dalam hal yang diminati dan mengetahui hal-hal diluar sana...
Tidak adikku,, dakwah ini tidak seberat itu,,, ketika kalian berjalan berpegangan tangan, menautkan hati, berjuang bersama...pundak akan terasa lebih lebar untuk memangku semua itu.
Maka bersinarlah.. buatlah orang diluar sana terpukau dengan kalian, ingin mendekat dan nanti diakhirat sana kita akan berkumpul di suatu Arsy yang para sahabat dan nabi iri melihatnya,, suatu Arsy yang dihuni oleh orang-orang yang saling berinteraksi dan mencintai karena Allah.
Saya kemudian kembali menyelami hati saya,, betapa saya geram ketika melihat teman-teman mulai tidak bisa menjaga hati mereka.. Namun ternyata saya bukannya berusaha membantu mereka yang sedang tenggelam, saya malah pergi menjauh dan tidak memberikan pelampung penyelamat. Ya.. Allah betapa kemudian saya malu dengan diri saya sendiri.. idealita yang saya punya malah membuat saya menjauh dari realitas, tidak mampu bertahan.. Sore itu dikala memotivasi adik-adik itu, tanpa sadar saya pun termotivasi oleh mereka.. Tanpa mereka sadar karena pertanyaan, pendapat, dan senyuman mereka, seorang kakak telah tersadarkan..
Sebuah sms datang setelah itu isinya " jazakillah kak saya terinspirasi dan Isyaallah akan segera bergerak"..
dan dalam hati saya pun berazzam.. saya pun akan bergerak dan terus bergerak...Amin..
Selasa, 20 Oktober 2009
Di Suatu Sore
Sore ini aku sedang merasakannya, aneh.. karena selama ini aku bahkan tidak menyadari bahwa aku bisa merasakan hal ini sebegitu jauhnya..
ah,,, mungkin hanya terbawa rasa, dalam sore indah dan manja
Rabu, 07 Oktober 2009
Apa Yang Kurasakan
gelap..aku bahkan tidak mampu membayangkan apa yang kubayangkan..
Bencana itu merenggut tiga hari dalam rangkaian waktuku,,, membuat entah aku berada atau tiada. Apa yang ku ingat.. ayahku.. senyuman ibuku.. gurauan kakakku.. kemarahan dari kakak pertamaku.. keponakan kecilku yang lucu, Aran,.. semuanya... dalam bayanganku muncul lalu tiba-tiba mereka berubah menjadi tumpukaan bisu tanpa nyawa... bagaimana agar aku bisa menjelaskan kepadamu hingga kamu tau apa yang kurasakan waktu itu, lalu ikut hanyut dan terbawa didalamnya, sebentar saja, agar kamu mengerti.
Tiada telpon dari rumah, deringan sambung pun tak ada... berita menceritakan banyak hal, entah bisa kupercaya atau kulewatkan saja agarku tidak menderita. Kampungku terbenam tanah.. gedung dekat SMAku tiada berbeda.. Berita pertama yang kudapat kakak pertamaku selamat ternyata... tapi dimana 2 orang tercinta ayah dan bunda... berita kedua, temanku koma karena terinjak di plasa... berita selanjutnya 2 orang teman meninggal dunia...
wahai dunia aku harus apa,, 2 orang tercinta belum ada kabar jua,,
(memoir gempa Padang, September 2009 kelabu bersembunyi dalam hatiku)